Rabu, 02 Mei 2018
opini
Senin, 25 September 2017
Kasih Allah kepada Yunus
Jumat, 19 Mei 2017
Memilih Moiturizer untuk Kulit Berjerawat
Minggu, 26 Februari 2017
Pesan
Untuk setiap hal yang Tuhan beri ada maksud. Beberapa merupakan hal yang sangat kita inginkan. Akan tetapi, kadang bukan hal yang kita harapkan. Kita mempertanyakan pemberian itu.
Mari lihat ke belakang dan pikir lagi dalam hidup kita, adakah pemberian buruk yang Tuhan berikan?
Mungkinkah Allah memberikan sesuatu yang jahat?
Rabu, 22 Februari 2017
Suara
Ada begitu banyak suara di sekitar kita. Beberapa merupakan hal yang tak berguna didengarkan. Yang lain sangat penting dan patut dipikirkan. Ironisnya, hal yang tak berguna itu ternyata lebih menarik untuk didengarkan dan dipikirkan. Sementara hal penting itu hilang, seolah tak pernah ada.
Hari ini saya kehilangan hal yang berharga untuk sesuatu yang tak berharga.
Selasa, 21 Februari 2017
refleksi
Kristus datang ke dunia untuk mengalami penderitaan, rasa kesepian mendalam karena ditinggalkan yang terkasih, difitnahkan segala yang tidak dia lakukan. Meskipun dia penyelamat, dia bukan mencari label “hero”, penghormatan atau kuasa. Dia datang untuk mengerjakan visi Allah. Lalu kenapa aku sangat menginginkan penghormatan, kekuasaan dan rasa nyaman?
Dia sendiri tidak hidup untuk diriNya sendiri, layakkah aku hidup untuk diriku dan nafsuku?
Senin, 15 Maret 2010
Besyukur di Kala Sulit
Saya sebagai seorang KS SMA 5 Medan sudah berusaha untuk mengajak adik-adik untuk satang Persekutuan Minggu SOre (PMS), ikut kelompok kecil dan Temu Pengurus(TP). Tapi tak berhasil. Jangankan respon yang baik, saya berulan-ulang mrngalami kekecewaan. Malu datang jam doa dengan perkembangan yang begitu sja, sementara teman ktb saya begitu diterima di sekolahnya bahkan kekurangan tenaga untuk mengerjakan sekolahnya.
Sebagai seorang BPH di Panitia Kamp Siswa Sumbagut, saya belum mendapat balasan respon dari donatur, peserta yang masih belum jelas, latihan yang banyak konflik, dan panitia yang begitu.
Sebagai seorang mahasiswa, saya merasa kesulitan dalam mencerna pelajaran. Saya merasa beban studi saya berat. Ketakutan akan IP nanti. Tugas saya yang harus mengunjungi salah satu panti jompo juga belum jelas.
Rumah saya bukannya nyaman, dengan abang yang cuek. Konflik-konflik yang ada memusingkan.
Intinya, saya merasa lelah, khawatir.
Suatu malam ketika saya merenunginya, saya bingung mau berdoa apa kepada Tuhan. Namun, sebuh lagu tiba-tiba muncul di kepala saya
Sekalipun pohon ara tidak berbunga
pohon anggur tidak berbuah
Hasil pohon zaitun mengecewakan
Sekalipun ladang tak menghasilkan
kambing domba terhalau dari kurungan
Dan tidak ada lembu sapi dalam kandang
Namun, aku akan bersorak-sorai di dalam Tuhan
Beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkanku
Ini adalah mazmur yang ada di Habakuk bagian akhir, bagaimana Habakuk tetap bersukacita kala kondisi yang menyedihkan ini.
Saya menyanyikannya, saya kembali teringat untuk bersyukur akan setiap kondisi, bersyukur untuk kondisi yang bagi saya adalah horor.
Saya menyadari selagi saya masih berada dalam tangan Allah, maka sewajarnya saya bersukacita
Karena ada Allah yang akan menyelamatkan, ada saya dalam genggaman tangan Allah
dan saya belajar dari pemazmur yang tidk hanya bersyukur di kala senang tapi dia belajar bersyukur di kala sulit.
Saya kembali mengingat kasih Allah dan beriman kepada Allah. Allah menginginkan saya terbentuk dalam karakter, maka dia pun mengijinkan pencobaaan dan ujian datang. Agar saya semakin serupa dengannya.
^v^